Pembekalan Masa Vassa 2570/2026 Pertemuan Pertama, Aṭṭhasīlanī Gunanandini Bahas Ragam Hermeneutika Buddhis Kontekstual

Senin, 10 Agustus 2026 — Pembekalan Masa Vassa 2570/2026 Saṅgha Theravāda Indonesia pertemuan pertama dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada pukul 15.00—17.30 WIB dengan mengangkat topik “Ragam Hermeneutika Buddhis Kontekstual” yang disampaikan oleh Aṭṭhasīlanī Gunanandini.

Kegiatan diawali dengan Namakkāra Pāṭha yang dipimpin oleh Y.M. Bhikkhu Jotidhammo Mahāthera. Selanjutnya, Y.M. Bhikkhu Guttadhammo Mahāthera selaku Ketua Bidang Pendidikan Saṅgha Theravāda Indonesia menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian pembekalan.

Dalam sambutannya, Bhante Guttadhammo Mahāthera mengimbau para bhikkhu agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan selama masa vassa.

Kegiatan turut diikuti oleh para sāmaṇera dan aṭṭhasīlanī, baik yang sedang menempuh pendidikan maupun yang tinggal bersama guru pembimbing di berbagai daerah.

Dalam pemaparannya, Aṭṭhasīlanī Gunanandini membahas berbagai cara memahami dan menafsirkan ajaran Buddha dengan mempertimbangkan konteks bahasa, budaya, perkembangan zaman, serta proses penerjemahan Tipiṭaka. Topik tersebut merupakan salah satu kajian dalam penyelesaian pendidikan doktoral (S3) di Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya, Universitas Hindu Indonesia.

Pembahasan dalam pertemuan ini mencakup tiga pokok utama, yaitu tahapan-tahapan penulisan, definisi hermeneutika, serta ragam hermeneutika Buddhis. Pembahasan ini menjadi dasar untuk memahami bagaimana ajaran Buddha dapat dikaji melalui berbagai pendekatan sehingga Dhamma dapat dipahami secara tepat dan tetap relevan dalam kehidupan masa kini.

Pembekalan Masa Vassa 2570/2026 akan berlangsung selama tiga bulan dengan frekuensi 2–3 kali pertemuan dalam sepekan dan sekitar 24 pertemuan secara keseluruhan. Melalui rangkaian pembekalan ini, para bhikkhu, sāmaṇera, dan aṭṭhasīlanī diharapkan memperoleh pengetahuan dan wawasan baru serta membangun pemahaman yang selaras mengenai ajaran Buddha.

Berita Lainnya